16 Januari 2026 – Universitas Situs Jaya (UNSIJA) Banten resmi menginisiasi pembentukan Dewan Penyantun sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan dukungan nonakademik kampus. Pembentukan Dewan Penyantun ini dibahas dalam pertemuan daring melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh jajaran Pembina Yayasan Situs Banten dan pimpinan universitas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para anggota Dewan Penyantun; Dr. H. Atang Soeryana, M.Pd., Drs. H. Toto Haryoto, M.Pd., Prof. Herli Salim, M.Ed., Ph.D., Drs. H. Ahmad Sugeng, M.Pd., Dr. Hj. Dewi Cahyaningrat, M.H., AKBP (Purn.) H. Yulhendri, S.H., M.H., Prof. Ahmad Bukhori Muslim, Ph.D., serta A.M. Sidqi, S.IP., MIR, Ph.D. Selain itu, pertemuan ini juga diikuti oleh jajaran komisi pendukung, yakni Dr. Miftahul Rachmat, M.Pd., Iman Nurdin, S.Sos., Deden Ubaidillah, A.Md. Kom., dan M. Azmi Pratama, S.Si.

Ketua Pembina Yayasan Situs Banten, Prof. H. Herli Salim, Ph.D., menjelaskan bahwa Dewan Penyantun diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis yang dinahkodai oleh tokoh pendidikan dan unsur lain yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan UNSIJA Banten. Dewan ini memiliki fungsi utama memberikan nasihat strategis ketika UNSIJA menghadapi persoalan, menghimpun dukungan pendanaan termasuk beasiswa, serta menggalang alumni sejak masa STKIP Situs Banten untuk berkontribusi bagi pengembangan kampus dan kegiatan sosial, termasuk bantuan kebencanaan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Atang Suryana dipercaya sebagai Ketua Dewan Penyantun dengan didampingi Dr. H. Toto Haryoto sebagai Sekretaris. Keduanya menyatakan kesiapan untuk mengemban amanah dengan landasan nilai pengabdian, kejujuran, kesabaran, dan tawakal. Dewan Penyantun diharapkan menjadi penggerak akselerasi UNSIJA agar semakin berkembang dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.

Rektor UNSIJA, Dr. Hj. Dewi Cahyaningrat, M.H., menegaskan bahwa Dewan Penyantun merupakan unsur penting dalam struktur organisasi perguruan tinggi sebagai sistem pendukung penyelenggaraan universitas. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bersedia terlibat dan menegaskan bahwa peran Dewan Penyantun sangat strategis dalam memberikan dukungan pemikiran, jejaring, serta pendampingan nonakademik bagi penguatan institusi.

Melalui pembentukan Dewan Penyantun ini, UNSIJA menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak. Keberadaan Dewan Penyantun diharapkan menjadi energi baru dalam mendorong kemajuan UNSIJA, memperluas peran sosial kampus, serta memperkuat kontribusi UNSIJA bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *