Jumat, 23 Januari 2026. Universitas Situs Jaya (UNSIJA) Banten melaksanakan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dalam rangka membahas penguatan kerja sama pendidikan, pengembangan program akademik, serta peluang beasiswa bagi masyarakat Kota Serang. Audiensi ini menjadi forum diskusi strategis untuk menyelaraskan peran perguruan tinggi dengan kebijakan dan kebutuhan pendidikan daerah.
Audiensi ini dihadiri oleh H. TB. Agus Suryadin, S.Ag., M.Si., selaku Sekretaris Dindikbud Kota Serang dan didampingi Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Abdul Kodir, S.H., M.Si, serta Ratna Ningsih, M.Pd., selaku KASI Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan PAUDNI dan Nasiroh S.Pd. M.M, KASI Peserta Didik dan Pembangunan Karakter PAUDNI. Audiensi dihadiri juga dari Pimpinan UNSIJA Banten; Prof. Herli Salim, M.Ed., Ph.D. (Pembina Yayasan Situs Banten), Dra. Hj. Ita Suhada, M.Pd. (Ketua Senat Akademik UNSIJA), Dr. Hj. Dewi Cahyaningrat, M.H. (Rektor UNSIJA), serta Dr. Miftahul Rachmat, M.Pd. (Wakil Rektor UNSIJA).
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Serang menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan perguruan tinggi di wilayah Kota Serang. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjadikan Kota Serang sebagai kota pendidikan. Keberadaan kampus dinilai mampu menggerakkan sektor jasa, ekonomi lokal, dan investasi jangka panjang melalui mahasiswa dan alumni.
Audiensi juga membahas pembaruan dan penyesuaian dokumen kerja sama yang telah ada, termasuk koordinasi dengan bagian hukum pemerintah daerah. Penyesuaian dilakukan untuk mengakomodasi perkembangan UNSIJA, seperti penambahan fakultas dan program studi, sehingga ruang lingkup kerja sama tidak terbatas pada satu program, tetapi mencakup seluruh jurusan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Selain itu, pembahasan difokuskan pada program beasiswa dan peningkatan kualifikasi pendidik. Dinas Pendidikan Kota Serang menyampaikan adanya program bantuan pendidikan bagi calon mahasiswa, termasuk guru yang belum berkualifikasi sarjana (S1). Namun, tantangan yang dihadapi adalah rendahnya minat pendaftar meskipun program tersebut bersifat gratis atau disubsidi oleh pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk mendorong partisipasi dan mempermudah akses pendidikan tinggi.
UNSIJA menyampaikan komitmennya untuk mendukung program pemerintah daerah melalui penyediaan skema perkuliahan yang fleksibel, termasuk kelas reguler dan nonreguler, serta kebijakan keringanan biaya bagi kelompok tertentu, seperti guru PAUD, pendidik nonformal, dan mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara UNSIJA dan Dinas Pendidikan Kota Serang dalam meningkatkan akses, mutu, dan relevansi pendidikan bagi masyarakat.

